Skip to main content
x
Kampus
Foto bersama

Penerima Beasiswa Baznas IAIN Bengkulu Gelar Pembinaan Bahasa Asing

Dutawarta.com - Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendikia Baznas (BCB) IAIN Bengkulu menggelar kegiatan pembinaan bahasa asing di English Academi Bengkulu. Pembinaan ini menghadirkan langsung pemateri dari aktivis pendidikan M. Arif Rahman Hakim, M.Pd, (Ph.D Candidate of material Development in English Language Teaching) owner English Academi (EA) Bengkulu dan Reko Serasi, MA., yang juga Owner English Academi (EA) Bengkulu. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang belajar EA ini dilakukan dengan metode diskusi dan tanya jawab. Dipilihnya Aktivis pendidikan dari EA dalam rangka memenuhi harapan peserta BCB dalam menggapai mimpi terutama tentang kemampuan bahasa asing dan menjadi aktivis yang bergerak dalam bidang pendidikan. Rabu (02/12/2020).

5 peserta hadir dalam kegiatan ini. Pemateri didampingi oleh Reko Serasi. Di awal kegiatan Reko Serasi M.Pd memberikan welcome speak kepada peserta BCB, Ia menjelaskan English Academy berdiri tahun 2015 dengan tujuan awal membantu mahasiswa dan pelajar dalam belajar bahasa asing.

Beliau mengatakan  bahwa Bahasa Inggris merupakan kebutuhan. Tidak selayaknya menilai Bahasa Inggris sebagai momok, justru Bahasa Inggris merupakan alat untuk mencapai kesuksesan. Selain itu pemateri selanjutnya M. Arif Rahman Hakim juga memberikan motivasi dan dialog kepada mahasiswa penerima beasiswa BCB IAIN Bengkulu.

M. Arif menilai bahwa bergerak dalam bidang pendidikan membutuhkan proses. Baginya ada tiga hal yang menjadi catatan:

Pertama pilihlah lingkungan yang baik, Lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap cara berfikir dan dan bertindak. Pentingnya memilih lingkungan tempat berproses menentukan bagaimana ketika berada pada the real word. Saat ini menjadi mahasiswa artinya kita punya peluang besar untuk memilih tempat berproses. Pilihlah lingkungan yang mampu mendukung berkembangnya potensi.

Kedua don’t think feedback direct, menurut M. Arif, tidak berharap feedback langsung apalagi profit. Jadikanlah kegiatan sebagai langkah awal untuk mencapai tujuan yang lebih besar yakni reputasi dan perluasan jaringan. Ketika reputasi didapat dan jaringan terjalin maka apapun usaha apapun kegiatan yang dilakukan akan mendapat kemudahan.

Ketiga bersikap humble, Sebagai aktivis jiwa sosial menjadi point penting, apapun karir yang ditekuni, jadikan sebagai pengabdian. Ia menambahkan bahwa pada beberapa lembaga pendidikan di luar negeri rekrutmen calon mahasiswa justru mengedepankan aktivis-aktivis atau calon mahasiswa yang memiliki integritas sosial atau jiwa sosial yang tinggi, tentunya dengan bukti aktifitas yang jelas. Misalnya sebagai aktivis pendidikan.

Diakhir kegiatan, pihak EA mendukung adanya inisiatif dari mahasiswa BCB yang menbuka jasa translator bahasa asing dan memberikan fasilitas kepada mahasiswa BCB untuk ikut belajar di EA dengan biaya khusus dan terjangkau. Tidak hanya untuk belajar namun untuk program toefl dan toafl ke depan. (Rls)

Dibaca : 6Klik

Facebook comments