Skip to main content
x
Hukum
Kedua Tsk Ditetapkan Tersangka Atas Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan

Kejari Kepahiang Tetapkan Mantan Dewan dan PPTK Jadi Tersangka

Dutawarta.com - Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepahiang menetapkan mantan anggota dewan AR dan PPTK AS dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan Kantor Camat Tebat Karai, pada Senin (14/12/2020). Pengadaan lahan kantor camat Tebat Karai diketahui digelontorkan APBD Kabupaten Kepahiang tahun anggaran 2015 lalu senilai Rp 1,1 miliar.

Kajari Kepahiang Ridwan, SH menyampaikan dugaan tipikor dalam proses pengadaan lahan kantor camat tersebut diduga tidak ada KJPP.

"Dugaan tidak ada di KJPP, modus ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 281 juta dari total anggaran Rp 1,1 miliar untuk pengadaan lahan kantor camat tersebut," sampai Ridwan.

Sementara itu Kasi Pidsus Riky Musriza, MH menjelaskan, rangkaian penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan ini telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu. Dalam penyidikan ini, AR merupakan pemilik lahan kantor camat, sementara AS merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

"Dari total anggaran yang masuk ke rekening pemilik tanah senilai Rp 1,1 miliar, dari Rp 1,1 miliar itu setelah penyidik meminta tim dari KJPP untuk melakukan kajian, dinyatakan tanah itu wajarnya hanya Rp 700 jutaan. Diperoleh kerugian negara sekitar Rp 281 juta, modus operandi yang dilakukan tersangka ini adalah dengan cara membeli tanah seolah-olah sudah dinilai kewajarannya oleh tim KJPP, padahal belum dinilai oleh KJPP," jelas Kasi Pidsus.

Dibaca : 3Klik

Facebook comments