Skip to main content
x

Kejati Bengkulu Dukung Asset Tracing Dalam Dugaan TPPU Dana Hibah Koni

Dutawarta.com - Kejati Bengkulu mendukung Polda Bengkulu untuk melakukan proses asset tracing dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta pemulihan kerugian negara sebesar 11 M Pasca penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu, melakukan pelimpahan tahap 2 terhadap kedua tersangka.

“Ya kami sangat mendukung penuh pihak polda untuk melakukan penyelamatan aset keuangan negara,” kata Kasi Penkum Kejati bengkulu, Ristianti Andriani, Kamis (23/09/21).

Penetapan tindakan hukum dilakukan secara maksimal dengan pasal TPPU terhadap kedua tersangka yakni Mufran Imron dan Hirwan Fuadi, dalam kasus dugaan TPPU dana hibah koni tahun 2020.

Ristianti Andriani menambahkan, dalam kasus ini akan ditangani oleh 7 orang JPU, serta pasal yang disangkakan untuk kedua tersangka yaitu pasal 2 dan 3 Undangan-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam Minggu ini dana hibah koni akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, untuk pasal kita kenakan paal 2 dan 3 UU Tipikor,” ujar Kasi Penkum Kejati Bengkulu.

Untuk diketahui, Mufran Imron dan Hirwan Fuadi. Dalam kasus dugaan TPPU keduanya menjadi tahanan jaksa selama 20 hari kedepan.(Djenong)

Dibaca : 1Klik

Facebook comments