Skip to main content
x
Ilustrasi liputan6.com

Islamphobia Semakin Tampak Nyata, Umat Muslim Tidak Boleh Diam Saja!

Dutawarta.com - Kondisi umat muslim kian harinya semakin miris dan sungguh sangat memprihatikan. Layaknya sebuah drama perfilman, Masalah demi masalah terus saja  bermunculan dan seolah tak ada habisnya. Bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya kaum muslim pun berserakan, kebingungan, dan ketakutan akibat ulah Kaum munafik yang terus saja berulah dan kian gencar dalam mempromosikan kejahatan. Kembali terulang terjadinya kasus penistaan agama berupa penghinaan terhadap teladan terbaik disebuah kafe bernama Holywings dan beserta promosi secara terang-terangan minuman keras (khamar). Walhasil hingga kini kasus tersebut masih hangat menjadi perbincangan publik.

Kasus holywings, sebuah kafe di Jakarta sampai saat ini terus saja mendapat kecaman bahkan menjadi bulan-bulanan bagi warganet. Pasalnya pihak manajemen dari holywings dengan sengaja berani mempromosikan minuman beralkohol gratis kepada pelanggan yang memiliki nama Muhammad dan maria ( JPNN.com sabtu 25/06/22). promosi tersebut viral di media sosial dan menyebar selang berapa lama kemudian. Banyak yang mengecam Tindakan tersebut karena dianggap telah berani melecehkan dua orang suci didalam islam dan umat Nasrani.

Kasus penistaan agama seperti ini tentu bukan pertama kalinya terjadi, tetapi sudah sangat sering dan kerap kali terjadi. Hal ini terjadi bukan tanpa sebab dan akibat yang sepele saja. Melainkan karena adanya masalah serius dan membutuhkan perhatian yang lebih. Namun Inilah yang terjadi pada saat ini jika dunia masih menjadikan aturan buatan manusia sebagai landasan acuan dalam menjalankan hidup. Umat terus saja didoktrin dengan berbagai pemikiran yang salah dan keliru, hingga bahkan opini-opini miring tentang agama pun ikut juga digencarkan. Tujuannya adalah tidak lain dan bukan agar umat muslim jauh dan takut kepada agamanya sendiri. Demikianlah jika kita masih saja terus menjadikan sistem demokrasi yang menganut paham kapitalisme-sekuleris dan menjadikan kebebasan sebagai pilar utamanya. Maka kita akan terus berada pada pintu kehancuran yang menimbulkan beragam kerusakan  cabang.  Misalnya minuman keras yang jelas-jelas diharamkan dan dapat merusak akal tetapi justru malah dilegalkan atas nama kebebasan. Dan selama itu menguntungkan bagi para kapital, maka itu akan terus digencarkan tanpa peduli baik dan buruknya.

Hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan sistem islam yang selalu saja menawarkan berbagai obat mujarrab nan ampuh untuk menghempaskan seluruh penyakit kehidupan. Bahkan meski penyakit yang sudah kronis sekalipun. Karena islam akan mengadopsi syariat  yang berasal dari aturan sang pencipta untuk landasan bernegara. Dalam islam hukum yang tertinggi berada pada hukum syara’. Sehingga tolak ukur dalam melakukan perbuatan adalah standar halal dan juga haram di dalam al-qur’an. Walhasil apabila suatu perbuatan tersebut diharamkan dalam al-qur’an, maka kita tidak boleh melakukannya sekalipun itu menguntungkan. Seperti halnya islam melarang untuk mengkonsumsi minuman keras (khamar) karena dapat membuat seseorang mabuk atau hilang kesadaran. Selain itu kemudian juga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya suatu perbuatan yang tidak diinginkan. Oleh sebab itulah khamr diharamkan sebab dapat memicu terjadinya suatu tindak kejahatan yang merugikan serta mudharatnya jauh lebih besar dibanding manfaatnya. Ini sesuai firman allah swt dalam Q.S Al-Maidah ayat  90 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.

Demikianlah allah sangat melarang kita untuk mengkonsumsi minuman keras (khamar) agar kita dapat terhindar dari kemudharatan berupa terganggunya mental Kesehatan dan juga kerusakan organ tubuh. Dan jika ada yang terbukti dengan sengaja melakukan tindak kejahatan tersebut, maka negara akan memberikan sanksi yang tegas serta mampu memberikan efek jera bagi pelakunya. bahkan tidak akan ada tawar menawarnya apalagi perkara halal dan haramnya.

Selanjutnya dalam kasus holywings tersebut juga terjadi Kembali penghinaan terhadap teladan terbaik umat muslim yakni (Rasulullah SAW). Padahal Rasulullah saw begitu amat menyayangi umatnya, hingga akhir hayatnya. Hal ini terbukti pada saat menjelang wafat, dimana saat itu yang beliau cari bukanlah istri, anak cucu, sahabat atau bahkan sanak saudaranya. Tetapi  justru yang dai cari adalah umatnya yang selalu beliau banggakan. Namun alih-alih membalas cinta rasul yang begitu amat besar dan mendalam, justru malah sebaliknya. Yang rasul dapatkan hanyalah pelecehan demi pelecehan serta penghinaan demi penghinaan semata. Bahkan ini bukan kali pertama terjadinya penghinaan terhadap teladan terbaik kita baginda Rasulullah SAW. Jika kita mengingat Kembali kilas baliknya, tentu sudah tidak terhitung lagi berapa banyak kasus penistaan dan penghinaan yang dilakukan oleh kaum munafik. Namun apa boleh buat jika negara masih saja abai bahkan tidak memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku tindak kejahatan, maka rasanya mustahil akan memberikan efek jera bagi pelakunya. Dan kejahatan seperti ini pun pasti akan terus saja dan tetap terjadi dikemudian hari.

Lantas setelah begitu banyak kasus penistaan agama serta pelecehan terhadap baginda nabi SAW. masihkah kita ingin berdiam diri layaknya setan bisu dan membiarkan kemaksiatan lewat didepan mata kita?.  Bukankah seharusnya kita sebagai umat yang mendapatkan predikat umat terbaik merasa malu karena hanya terus saja menjadi penonton yang menyoraki pemainnya.  Tanpa pernah kemudian berpikir untuk menjadi pemain yang bisa membawa perubahan besar, baik bagi dirinya sendiri ataupun untuk umat muslim diseluruh dunia ini. Seperti dalam suatu hadist disebutkan bahwa : “jika ada diantara kamu yang melihat kemungkaran,. maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak bisa melakukannya,  maka gunakanlah lisan mu, namun jika kamu tidak cukup kuat untuk itu, maka ingkarilah dengan hati mu, karena itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Maka dari itu jika umat muslim ingin menyudahi segala bentuk penistaan dan penghinaan yang terus saja terulang ini. Tidak ada jalan lain selain dari umat muslim harus segera mengadopsi sistem islam sebagai landasan bermasyarakat dan bernegara. Karena islam akan mengatur semua tatanan kehidupan dari berbagai bidang kehidupan dengan aturan dari allah swt. Sehingga mampu memberikan perubahan yang fundamental dalam menyelesaikan berbagai problematika kehidupan. dan jika tidak maka umat muslim harus bersiap Kembali untuk mendengarkan lagu lama yang akan terus diputar berulang kali.

Wallahu a’lam bissowab

Dibaca : 0Klik

Facebook comments