Skip to main content
x
Advertorial
Bupati Kabupaten Kepahiang, Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM IPU

Bupati Kepahiang : Usia 15 Tahun Momentum yang Tepat untuk Intropeksi

Rejang Lebong, Dutawarta.com b - Bupati Kabupaten Kepahiang - Bengkulu, Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM IPU
mengatakan, Usia 15 tahun belum terlalu lama untuk sebuah kabupaten, namun usia ke-15 merupakan momentum yang tepat untuk instropeksi diri.

"Usia 15 tahun tentu belumlah terlalu lama (untuk sebuah kabupaten), namun usia ke-15 ini merupakan 
momentum yang tepat bagi pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten kepahiang untuk melakukan instropeksi
diri sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap pencapaian keberhasilan maupun kekurangan yang terjadi dalam
mengemban amanah masyarakat kabupaten kepahiang,"sampai bupati kepahiang saat menyampaikan sambutan
pada rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten kepahiang dalam rangka HUT kabupaten ke-15, Sabtu.
(5/1/2019).

Dikatakan, Kabupaten kepahiang dibentuk berdasarkan Undang-undang No.39 tahun 2003 tentang pemekaran
Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang dari kabupaten Rejang Lebong provinsi Bengkulu.

"Sejarah mencatat pemekaran Kabupsten Kepahiang telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam
segala aspek penyelenggaraan urusan pemeritahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Kepahiang," kata Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Kepahiang melaporkan beberapa capaian yang diraih dalam waktu tahun-tahun
terakhir.

Sebagaimana diketahui, berasarkan Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten
Kepahiang tahun 2016-2021 Pemkab kepahiang telah menentukan sektor-sektor yang didorong untuk
dikembangkan, antara lain, infastruktur dasar, pendidikan kesehaatan, pertanian dalam arti luas dan pariwisata
yang berbasiskan alam dan pertanian (Argo wisata).

Bidang infrastruktur dasar, jalan nasional di Kabupaten Kepahiang sepanjang 27,26Km, 80% baik, 14% sedang, 6%
rusak ringan. Sedangkan jalan provinsi di Kabupaten kepahiang sepanjang 125,62 Km, 38,83% baik, 10% sedang,
17,16% rusak ringan, 33% rusak berat. Sementara jalan Kabupaten Kepahiang 511,49 Km, 40,05 % baik, 3,68% 
sedang, 15,65% rusak ringan, 40,62% rusak berat.

"Pembangunan infrastruktur untuk mendukung konektifitas antar Desa, Kecamatan dan Kabpaten terus
diupayakan dalam tahun mendatang, melalui berbagai Sekema pembiayaan, APBD Kepahiang,APBD Provinsi
bengkulu maupun APBD/DAK serta pembiayaaan alternatif melalui skema pinjaman Daerah," tuturnya.

Pada 2018 telah direalisasikan kegiatan bedah rumah masyarakat yang tidak layak huni. Dari program bantuan 
Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 266 unit rumah.

Sedangkan dari program Rehabilitasi Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu) Kementrian Sosial sebanyak 50 unit
rumah, yang tersebar di 11 Desa di 3 Kecamatan di Kabupaten Kepahiang.

Dibidang pendidikan dasar dan menengah, Angka Partisipasi kasar SD tahun 2018 adalah 91.35 sedangakan SMP
84,1%.

Dari 99 SD (93 negeri, 6 swasta)14 SD telah terakreditasi A, 48 terakreditasi B, 9 terakreditasi C, dan masih terdapat6 SD yang belum terakreditasi.

Sementara untuk SMP, dari 29 SMP, 9 terakreditasi A, 8 terakreditasi B, 9 terakreditasi C, dan masih terdapat 3 SMPyang belum terakreditasi.

dibidang kesehatan, angka kematian ibu melhirkan tahun 2017 masih sangat tinggi, yaitu 162 per 100.000
kelahiran hidup, namun pada tahun 2018 berhasil ditekan mendekati angka 0. Angka kematian bayi juga dapat 
diturukan dari 20 per 1.000 kelahiran hidup pada 2017 menjadi 14 per 100 kelahiran hidup.

Dibidang pertanian tanaman pangan dan holtikultura,antara lain program Upaya Khusus (Upsusus) Pajale yang
didanai dana Dekonsentarsi kementrian Pertanian, antara lain, padi gogo (750 Ha), Jagung hibrida (865 ha),
pengadaan Alsintan,traktor,handsprayer,pompa air,rehabilitasi irigasi tersier, pembangunan DAM parit, JUT,
sumur bor,embung dan rehabilitasi balai penyuluh pertanian. Selain itu kegiatan peningkatan produksi sayuran dan 
buah-buahan, yaitu bawang putih(25 ha), bawang merah(50 ha), cabai (100 ha) dan jeruk (40 ha).

Dalam peningkatan kopi robusta melalui teknologi kopi sambung yang didanai APBN 336.000 batang, APBD 
Kabupaten Kepahiang 650.000 batang yang tersebar disemua Kecamatan. Serta sertifikasi Indikasi Geografis kopi
Robusta Kepahiang.

Dalam rangka pengembangan destinasi dan untuk mendukung program Gubernur Bengkulu, yaitu tahun kunjungan
wisata Bengkulu 2020 Wonderful Bengkulu, maka digagas event Mountain Valley Festival di Kabawetan.

Dalam rangka melengkapi sarana dan prasarana dikawasan Wisata Kabawetan pada tahun 2018 telah dibangun
vanue Mountain Valley Festival, Guest House, Lapangan parkir, Rest Area, Toilet, Musholah, Ruang pandang,
tulisan Kepahiang Mountain Valley, Outlet Kuliner tanam dan lain-lain. Sedangkan pada tahun sebelumnya sudah
dibangun pusat informasi wisata (TIC), Rumah Adat Kepahiang dan Shelter Wi-Fi.

Selain itu, penataan barang milik daerah atau aset pemerintah daerah kabupaten, sejak tahun 2016-2018 ini 
pemkab kepahiang berhasil menertibakan dan menata pemilikan aset daerah/negara.

Terhadap aset berupa tanah berhasil disertifikasikan sebanyak 155 bidang/persil tanah dengan luas mencapai
662.512 m2.

Pada tahun 2018 pemerintah kebupaten kepahiang juga menerima beberapa penghargaan, antara lain, penghargaandari Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, berkenaan dengan implementasi program perlindungan lansia yang responsive gender dan perlindungan hak-hak anak. kemudian penghargaan Menteri Hukum dan HAM, dengan implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) hak-hak asasi manusia di
Kabupaten Kepahiang. Dan penghargaan kopri Award 2018 sebagai penaset/pembina Kopri terbeik se-Indonesia
untuk tingkat kabupaten.

"Semua achievment tersebut saya dedikasikan dan persembahkan untuk masyarakat Kabupaten Kepahiang, sebagaiwujud pengabdian kepada kabupaten kepahiang tercinta dan menjadi motivasi bagi jajaran pemerintah kabupaten kepahiang untuk meningkatkan kinerja," pangkas Bupati Hidayattullah Sjaid. (Adv)

Dibaca : 5Klik

Facebook comments