Skip to main content
x
Opini
Ilustrasi

Analisis Masalah dan Solusi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Pasca Pandemi

Oleh Bani Khalifah

Sejak awal 2018 hingga sekarang diperkirakan merupakan zaman revolusi industri 4.0. Industri 4.0 merupakan sebuah industri  dimana yang menggabungkan antara sebuah  teknologi otomatis dengan teknologi cyber. 4.0 Ini merupakan sebuah temuan baru tau tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Pada  revolusi industri era 4.0 ini, industri mulai mengenal dunia virtual, membentuk konektivitas antar manusia, mesin dan data, yang dikenal dengan nama Internet of Things (IoT). 

Jerman adalah negara pertama yang membuat sebuah roadmap mengenai sebuah implementasi ekonomi digital. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menentukan langkah-langkah strategis yang  telah ditetapkan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat terealisasinya visi nasional yang telah ditetapkan untuk memanfaatkan peluang di era revolusi industri keempat ini. Salah satu visi adalah Making Indonesia 4.0 yaitu menjadikan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.Sebuah tantangan bagi kita generasi bangsa yaitu ikut membantu dan menyukseskan  apa yang telah di rancang pemerintah dengan sedemikian rupa.

Kedatangan tren Revolusi industri 4.0 mendatangkan keresahan tersendiri bagi masyarakat (komunitas), dimana tantangannya adalah bagaimana menyerap dan menampung modernitas baru dengan tetap memeluk nilai-nilai luhur yang mereka punyai. Sebagai akibat dari digitalisasi maka muncul sifat (mementingkan diri sendiri) dalam kehidupan masyarakat. Revolusi industry 4.0 ini tidak hanya merubah apa yang kita lakukan, tetapi juga merubah identitas kita di berbagai aspek, yaitu tingkah laku, privasi, kepemilikan, konsumsi, waktu bekerja dll.

Dengan adanya fenomena ini bukan berarti kita tidak dapat melaksanakan aktifitas kita,Namun di tengah pandemi seperti ini, uniknya bukan selalu pemerintah yang melakukan konversi besar-besaran. Lebih mengejutkannya, aktivitas berbasis digital ini menyasar seluruh lapisan masyarakat. 

Kondisi yang dialami ini dan membuat masyarakat tidak mempunyai  banyak pilihan lain selain terus beraktifitas dan melanjutkan hidup. Dibalik kondisi yang seperti ini, ada tantangan yang seharusnya dapat dilewati. Meneropong dari kondisi tersebut, khususnya untuk didunia pendidikan prosesnya harus tetap berjalan meskipun dalam kondisi COVID-19. Oleh karena itu, Kementrian pendidikan dan kebudayaan menyatakan untuk proses belajar yang semulanya dilakukan di sekolah sekarang harus dilakukan dari rumah  atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna memutus mata rantai COVID-19. 

Pelajar seluruh indonesia jenjang pendidikan diberlakukan pendidikan dalam jaringan (daring). Atau mereka lebih senang menyebutnya dengan belajar online. Ini semua suatu langkah yang di ambil oleh pemerintah agar pelajar atau mahasiswa tetap dapat melakukan proses belajar mengajar walau lewat online.Platform learning management system (LMS) menjadi andalan didalam proses kegiatan belajar mengajar secara daring. Platform yang digunakan sangat bermacam-macam, ini  tentunya memudahkan siswa dan pengajar untuk memilih preferensi nya sendiri. Sehingga seluruh kegiatan pembelajaran daring dapat dikontrol guna memenuhi sebuah standar mutu yang diharapkan.

Dan tidak banyak dari guru di Indonesia ini mengalami gagap teknologi(gaptek) sehingga pemerintah harus mengambil langkah untuk mensosialisasikan kepada guru di seluruh indonesia. Disini bukan hanya guru saja diminta untuk menguasai teknologi tetapi pelajar/mahasiswa harus bisa menguasai teknologi agar apa yang  ilmu disampaikan oleh guru tersalurkan dengan baik.

Dengan adanya pembelajaran melalui daring ini memiliki sisi negatif dan sisi positif sisi negatif nya yaitu kekurangan atau terkendala jaringan tidak semua di daerah memiliki sinyal yang memadai dan pastinya ketergantungan dengan paket data. Disisi positifnya semua pembelajaran tetap dapat dilaksanakan dan dilakukan walau  jarak jauh tetapi tidak mengurangi nilai dan mutu pendidikan.

Dalam masalah seperti ini kita harus tetap dapat melaksanakan aktifitas dan perekonomian harus tetap berjalan dengan lancer. Karena seperti yang diketahui bahwa pandemi ini mungkin akan tetap ada entah sampai kapan tidak ada satu orang pun yang dapat mengatakan kapan pandemi ini berakhir. Dengan ini menurut saya pemerintah tetap harus mempertahankan perekonomian negara untuk stabil. Dimana untuk sejauh ini khususnya pendidikan baik itu untuk pelajar ataupun mahasiswa dilakukan daring melalui aplikasi zoom,disisi penggunaan aplikasi ini harus memiliki kualitas sinyal yang memadai dan pastinya cukup banyak memakan paket data internet. Jalan yang diambil oleh pemerintah adalah memberi subsidi kuota bagi pelajar dan guru setiap perbulannya untuk menunjang demi berjalannya proses belajar mengajar di seluruh Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19 ini sektor pendidikan mengalami perubahan besar-besaran yang mengakibatkan peran guru menjadi lebih berat. Tetapi  sekarang sekolah ataupun universitas sudah di buka secara normal tetapi tetap menjaga protokol kesehatan agar mengurangi penyebaran virus di lingkungan sekolah.

Dibaca : 6Klik

Facebook comments