Skip to main content
x
Kampus
M Arif Rahman Hakim

Dosen Muda IAIN Bengkulu Arif Rahman Hakim Sabet Penghargaan Bergengsi di Universitas Sains Malaysia

Dutawarta.com - Dosen muda IAIN Bengkulu M Arif Rahman Hakim mencatat prestasi yang membanggakan. Bagaimana tidak, diusianya yang menginjak 28 tahun, dia terdaftar sebagai kandidat doktor (PhD) di Scchool of Educational Studies, Universiti Sains Malaysia. Taknya sekedar sebagai kandidat doktor, Arif, sapaan akrab, juga menyabet penghargaan dalam Postgraduate Appreciation and Award Ceremony: Kencana Night 2018 di Universiti Sains Malaysia, Selasa 27 November 2018 lalu. Arif menyabet penghargaan kategori Social Sciences Citation Index (SSCI) Publication Award.

Arie juga tercatat sebagai satu-satunya peneliti mahasiswa asal Indonesia yang menerima penghargaan itu. Selain Arif, beberapa peneliti asal Negara Malaysia, Turki, Bangladesh, Thailand dan Iran juga meraih penghargaan serupa. 

Meski penghargaan itu diraih karena perjuangan dan dedikasi pribadinya, namun Arif tak lupa menyebut satu persatu pihak yang dianggapkan berperan dalam suksesi karirnya. 

"Saya bersyukur dan mengucapkan ribuan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung saya, projek ini saya mulai sejak tahun 2016 lalu. Kepada keluarga, supervisor saya dari Universiti Sains Malaysia, kolega, civitas akademika IAIN Bengkulu, rekan satu perjuangan, saya sangat sangat bersyukur dikelilingan orang-orang baik yang membuat saya seperti ini," tutur Arif.

Arif diketahui saat ini tercatat sebagai Dosen di Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu. Selain aktif menjalani studi program doktoral, Arif aktif melakukan berbagai projek yang berhubungan dengan dunia akademik, misalnya tentang pengajaran, penelitian dan juga kerjasama.

Selama mahasiswa, Arif tercatat pernah aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan organisasi kampus di IAIN Bengkulu. Tak hanya itu, dia saat ini tercatat aktif di Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Malaysia. Dia juga salah satu inisiator terbentuknya Indonesia Post Graduate Academic Forum Universiti Sains Malaysia. 

Dalam karyanya yang menyabet penghargaan itu, Arif menjelaskan bahwa dia mengajukan dua karya yang dipublis pada 2018 kepada tim penilai. Tim penilai itu terdiri dari para pakar dibidang pendidikan di Universiti Sains Malaysia. Salah satu hasil karyanya yang ditulis bersama supervisornya yakni Prof Dr Mohd Jafre Zainol Abidin terbit di Routledge Publisher. Sedangkan satu karyanya lagi digarapnya bersama dosen IAIN Bengkulu Andri Saputra,M.SC dan terbit di The Asia Tefl Journal.

Dikatakan Arif, karyanya yang terbit di Routledge Publisher merupakan hasil penelitiannya di Bengkulu tahun 2016 lalu. Untuk karyanya yang terbit di The Asia Tefl Journal, penelitiannya dilakukan di Belfast, Nothern Irland, United Kingdom bersama Andri Saputra pada tahun 2017. 

"Semua terpublikasi di penerbit yang memiliki reputasi dunia, terindeks scopus dan clarivate analytich. Saya bersyukur indtitusi disini mengapresiasi karya-karya kami," ujar Arif.

Ditengah kesibukannya dalam penelitian dan studi, Arif tidak melupakan perannya terhadap negara, yakni dengan menjadi salah satu petugas di Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) perwakilan Indonesia-Penang, Malaysia.

Pesannya bagi anak muda
M Arif Rahman Hakim juga berpesan kepada generasi muda agar terus berkarya. Berkarya dibidang apapun. Karena dengan karya tersebut merupakan bukti anak muda menghargai jasa para pahlawan dan pendiri bangsa ini. Dia berharap hasil penelitiannya bermanfaat bagi jagad ilmu pengetahuan baik di Indonesia maupun di dunia internasional. 

"Sebagaimana pesan dari pidato Profesor Dr Ahmad Farhan Mohd Sadullah yang menyerahkan penghargaan kepada saya, dia menyampaikan penghargaan itu diberikan atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia melalui Universiti Sains Malaysia dengan harapan karya-karya yang dihasilkan akan membawa manfaat dan perubahan bagi lingkungan sekitar dan masyarakat dunia," pungkas Arif. (Rls)

Dibaca : 4Klik

Facebook comments